Dua pekan lalu di Klinik Fotografi Kompas telah dibahas fotografi inframerah untuk memotret manusia. Waktu itu efek fantasi timbul dari kesalahan warna alias warna yang muncul tidak wajar. Pada fotografi manusia, teknik inframerah dipakai untuk foto-foto seni dan memang membutuhkan efek ”tidak nyata”.
Fotografi inframerah juga bisa dipakai untuk fotografi pemandangan (lanskap) dengan efek surealis, terutama jika ada tanaman yang terpotret. Kali ini semua foto dibuat dengan kamera inframerah buatan Harlim Lim (Jakarta) versi 3. Semua foto memang dibuat hitam putih untuk mengurangi efek salah warna yang berlebihan. Bisa dikatakan, foto-foto pada halaman ini hanya memanfaatkan kekontrasan inframerah dan efek dedaunan yang menjadi putih.
Daun pada tanaman mengandung zat hijau daun (klorofil) yang memancarkan sinar inframerah dengan kuat. Dengan demikian, daun akan tampak putih pada fotografi inframerah karena pancaran sinar inframerah yang kuat.
Efek inframerah yang lain adalah langit biru yang menjadi hitam pekat. Hal ini terjadi karena pada dasarnya inframerah masih berat pada warna merah. Filter infra merah yang terpasang pada kamera pun cenderung kemerahan sehingga menyaring/memblokir warna biru. Sebaliknya, jika ada warna merah yang terpotret, warna itu akan menjadi jauh lebih muda karena diloloskan oleh filter inframerah yang kemerahan.
Fotografi inframerah memang menakjubkan karena memberi sisi lain dari fotografi. Namun, dalam dunia jurnalistik, foto inframerah secara umum tidak diakui. Dalam keadaan tertentu, fotografi infra merah bisa dipakai untuk pemotretan yang menembus kabut. Arbain Rambey












Kirim Komentar Anda