Fotografi Infra Merah untuk Memotret Manusia

Oleh: admin pada 7 Dec 2011 12:26
Fotografi Infra Merah untuk Memotret Manusia

Ada banyak sinar di dunia ini, tetapi tidak semuanya bisa dilihat mata manusia. Panjang gelombang cahaya yang bisa dilihat manusia terbentang dari warna-warna merah sampai ungu. Kita tentu ingat betul hafalan saat kita di sekolah dasar: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.

Di luar cahaya-cahaya yang terlihat itu, ada gelombang cahaya di atas ungu yang disebut ultraungu atau ultraviolet (UV) dan di bawah merah yang disebut infra merah atau infra red (IR). Kalau cahaya tak terlihat ini dipakai untuk memotret dengan peralatan khusus, jadilah foto yang seakan-akan bukan dibuat di bumi akibat warna-warnanya yang aneh dan tak wajar.

Dulu di zaman fotografi film, kita bisa memotret IR dengan film khusus. Kini, di era digital, dengan kamera yang diutak-atik, kita juga bisa memotret IR. Pada dasarnya, semua kamera digital bisa merekam gelombang IR. Namun, cahaya IR ini disaring dengan filter khusus agar foto yang dihasilkan kamera menghasilkan gambar yang wajar.

Ada beberapa orang di Indonesia yang bisa mengutak-atik kamera digital biasa menjadi kamera IR, yaitu Harlim Lim di Jakarta dan Dibyo Gahari di Bandung. Sudah ratusan kamera dikerjakan mereka. Anda pun bisa memiliki sebuah kamera IR kalau merelakan sebuah kamera menjadi ”tidak wajar”.

Satu yang harus diingat: jangan membuat kamera IR dari kamera yang sudah tua. Kamera IR bukanlah kamera buangan. Selain itu, ongkos membuat kamera biasa menjadi kamera IR pun tidak murah.

Manfaatkan efeknya

Memotret dengan kamera IR memang akan menghasilkan foto dengan warna tidak wajar. Ketika foto itu dibuat jadi hitam putih, ada beberapa efek IR yang tak bisa dihasilkan foto hitam putih biasa, yaitu dalam hal kontras dan tone tertentu.

Untuk memotret manusia, kamera IR bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan efek fantasi, misalnya untuk sampul majalah fotografi atau seni. Pergeseran warna kulit bisa ditambah dengan menggeser hue (corak warna) dengan perangkat lunak.

Foto IR untuk memotret wajah manusia dengan teknik hitam putih pun akan menghasilkan tonal warna kulit yang unik dan tampak lebih halus. Panas adalah cahaya IR juga sehingga kulit manusia yang memancarkan panas akan terekam lebih putih daripada bagian lain yang tak memancarkan panas. Dengan kata lain, kulit manusia akan terekam lebih halus kalau dipotret menggunakan kamera IR daripada dengan kamera biasa. Arbain Rambey

Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar
Loading comments...
   

Komentar Foto Terbaru

Komentar Blog